Arsyad Arief Al-Athaya

Arsyad Arief Al-Athaya
seorang keponakan yang bisa mengobati bibir yang tak bisa tersenyum karena sedih

Senin, 18 Agustus 2014

Perasaaan ku...


cinta memang tak bisa ditebak...
karena cinta seharusnya dirasakan...

aku hanya bisa merasakan cinta mu jika:

@ketika aku berstatus pacar orang, engkau akan  menunggu dan pertahankan perasaanmu sampai tiba waktunya kau mendapatkan aku... 

@ ketika belum ada pinangan atas diriku, engkau akan  datang untuk meminang ku...

@ ketika aku marah,  engkau pasti akan meredmkan amarah ku, dengan membuat ku kembali tersenyum atau bahkan tertawa, sehingga aku terlupa dengan amarah ku...

@ ketika engkau sedih, engkau pun akan berbagi kesedihan itu dengan ku, tetapi hal itu akan dilakukan jika kau merasa yakin bagaimana suasana hati ku saat itu...

@ ketika sedang berjauhan, engkau tidak akan menanamkan rasa curiga, tapi engkau justru mendo'akan aku supaya cinta itu tidak menghilang dari hatiku...

jika cinta mu itu suci dan tulus, maka itulah ketetapan Allah swt kepada mu...

jika engkau merasa kalau akulah yang cocok untuk menjadi pasangan hidup mu sampai datangnya waktu tua, maka teruslah berdo'a memohon keridhoan-Nya atas cintamu...

tak perduli dengan siapa aku berpacaran, dan dengan siapa kau berpacaran. jika kau menyayangiku dan mencintaiku, cukup jaga perasaanmu kepada ku kemudian mantapkanlah dirimu atas perasaan mu padaku...

ketika perasaan itu sudah mantap, dan engkau pun sudah siap untuk menjalin hubungan pernikahan, maka siapapun pacar mu, putuskanlah dia...

melangkahlah dan datanglah kepadaku juga orang tuaku, lalu tanyakan kesiapan diriku untuk membina rumah tangga bersamamu...

jika kau mencintaiku, yakinlah dan percayalah kepada ku juga kepada cintamu...
semoga Allah meridhoi cinta kitaa...

Senin, 11 Agustus 2014

Keluarga Ayah




Palembang, adalah kota tempat tinggal ayah dulu,,, 
sebuah tempat kelahiran ayah, tepatnya di daerah prabumulih,,, 
sekitar umur ku 5 tahun, aku pernah dibawa kesini, untuk bertemu dengan nenek dari pihak ayah,,,, 
setelah saat itu sampai usia ku 21 tahun, aku baru merasakan lagi bagaimana rasanya bertemu dengan keluarga dari pihak ayah...
dan sekarang adalah ke 3 kali aku pergi ke tempat yang seharusnya bukan menjadi tempat asing bagiku... 
tak seharusnya keluarga disini menjadi orang asing,  seharusnya mereka menjadi orang - orang yang justru dekat dengan keluarga ku, karena bagaimanapun juga tetaplah mereka yang menjadi keluarga dekat kami, walaupun berjauhan... 
tapi itu lah yang terjadi, jarak yang jauh ditambah kekeluargaan yang juga sangat jauh menjadi takdir bagi kami... 
andaikan saat ini ayah masih ada,  apakah kami khususnya aku sendiri merasa kesepian tanpa ada keluarga dekat..??? 
berada disini di kota palembang, tetap saja tak merasa dekat dengan orang - orang disini,,, 
aku juga tak tau apaakah mereka ikhlas dan tulus dalam memfasilitasi aku sedikit fasilitas ketika aku membutuhkan...??? 

yang paling menyedihkan ketika aku melihat cara para sepupu ku ketika melihat aku... 
aku seperti orang asing... 
tak ada sedikitpun terpancar rasa kasih sayang untuk ku, paling tidak rasa senang ketika aku datang berkunjung ke rumah mereka,,,
mereka keluarga berada, tapi tidak terbesit sedikitpun bagi mereka untuk membantu kami yang hanyalah seorang anak yatim... 

NB : ayah, di tempat keluarga mu seperti di tempat orang asing... *tear*

Selasa, 05 Agustus 2014

pengalaman berharga



PERKEMAHAN WIRAKARYA NASIONAL (PWN) 
DI BUMI PERKEMAHAN RAFLESIA 
BENGKULU


Hidup ini adalah perlombaan,,,

 Tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang baik,,, 
tak semua orang bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dengan pengalaman yang sama... 
mungkin, saat ini adalah kesempatan bagi ku untuk mendapatkan suatu pengalaman yang sangat berharga, karena diantara beribu mahasiswa hanya akan ada 16 orang utusan untuk mengikuti acara dengan event Nasional seperti ini...
semua daerah mengirimkan utusan dari masing-masing Sekolah Tinggi Agama Islam baik Negeri maupun masih dalam lingkup swasta...
pengalaman ini tidak bisa dibeli dengan materi, aku justru tidak akan bisa ikut dalam event nasional ini jika semua biaya ditanggung oleh masing-masing peserta...
karena sesungguhnya aku hanyalah seorang anak yang dibesarkan tanpa seorang ayah sejak 8 tahun yang lalu...
aku hanya dibesarkan oleh seorang ibu yang berjuang sendiri demi menghidupi anak-anaknya yang belum bisa mencari nafkah sendiri... 
tapi, dengan keterbatasan keuangan ini pun tak menjadi kesulitan bagiku untuk ikut dalam acara event nasional ini... 
semua biaya dan perlengkapan dari mulai keberangkatan sampai balik lagi ke kampus tercinta adalah tanggungan kampus,,, 
pramuka lah yang mampu membawaku berjalan ke tempat-tempat yang belum pernah aku temui.
dalam kepramukaan lah aku bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. 
mungki, jika aku tidak ikut bergabung dalam kepramukaan, aku tidak akan pernah bisa kemana-mana. 

trimakasih pramuka... 
tak salah jika jiwa ku bersama mu... 
dengan Ridho Allah swt, aku akan selalu bersyukur dalam mengikuti kegiatan mu,.,